Dua metode pemetaan udara yang paling sering dibandingkan adalah fotogrametri dan LiDAR. Keduanya memakai drone, tetapi cara kerja dan hasilnya berbeda. Memahami perbedaannya membantu Anda memilih metode yang sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan proyek.
Cara kerja fotogrametri
Fotogrametri memakai foto udara yang diambil dari drone dengan tumpang tindih tertentu. Perangkat lunak mengolah foto-foto itu menjadi orthofoto, model permukaan, dan point cloud. Hasilnya berupa citra yang menunjukkan kondisi aktual lahan beserta warna dan tampilan visualnya.
Cara kerja drone LiDAR
LiDAR memancarkan pulsa laser dari sensor di drone dan mengukur waktu pantulnya untuk menentukan jarak. Dari jutaan titik pantulan terbentuk point cloud tiga dimensi. Sebagian pulsa dapat menembus celah vegetasi dan mencapai permukaan tanah, sehingga data tanah dapat diperoleh meski lahan tertutup tumbuhan.
Perbandingan singkat
- Produk utama. Fotogrametri menghasilkan orthofoto dan model dari foto, sedangkan LiDAR menghasilkan point cloud yang dapat diklasifikasi.
- Area bervegetasi. Fotogrametri hanya merekam apa yang terlihat dari atas, jadi permukaan tanah di bawah vegetasi lebat sulit dibaca. LiDAR lebih mampu memperoleh data tanah di area bervegetasi.
- Visualisasi. Fotogrametri unggul untuk citra yang mudah dipahami dan validasi batas luasan. LiDAR unggul untuk model elevasi.
- Pengolahan. Keduanya memerlukan pengolahan data dan kontrol kualitas sebelum dipakai untuk desain.
Kapan memilih yang mana?
- Pilih fotogrametri bila Anda butuh peta citra aktual, visualisasi kondisi lapangan, atau validasi batas area di lahan yang relatif terbuka.
- Pilih LiDAR bila permukaan tanah tertutup vegetasi dan Anda membutuhkan model elevasi untuk kontur dan perhitungan volume awal.
- Pada beberapa proyek, keduanya dikombinasikan agar hasilnya memuat citra sekaligus model elevasi.
Peralatan dan hasil di Geosurvey Rekaindo
Kami menggunakan drone DJI Mavic 3 Enterprise RTK serta DJI Matrice 350 RTK dengan sensor LiDAR Zenmuse L2, diolah dengan perangkat lunak seperti Agisoft Metashape Professional dan Global Mapper. Hasil dapat berupa peta orthofoto udara (GeoTIFF) serta point cloud dan model elevasi (.LAS/.LAZ, GeoTIFF).
Pilihan metode tetap bergantung pada lokasi, luas area, dan output yang dibutuhkan. Diskusikan kebutuhan Anda melalui halaman survei topografi dan pemetaan.
Diskusi Proyek



