Survei drone LiDAR sering dianggap lebih mahal daripada pemetaan udara biasa, tetapi harganya tidak bisa disamaratakan. Biaya ditentukan oleh luas area, kondisi lahan, kerapatan data yang diminta, dan hasil akhir yang harus diserahkan. Artikel ini membahas komponen yang membentuk harga jasa survei drone LiDAR, sehingga Anda bisa menyusun permintaan penawaran yang jelas dan menilai penawaran yang masuk.
Apa yang Anda bayar dalam survei drone LiDAR
LiDAR memancarkan pulsa laser dari sensor di drone untuk membentuk point cloud tiga dimensi. Sebagian pulsa dapat menembus celah vegetasi dan mencapai permukaan tanah, sehingga cocok untuk lahan bertumbuhan. Biaya survei tidak hanya mencakup terbang drone. Ada persiapan, pengukuran titik kontrol, pengolahan, pemeriksaan kualitas, dan penyerahan hasil.
Faktor yang memengaruhi harga
- Luas area dan bentuknya. Area yang lebih luas membutuhkan lebih banyak jalur terbang dan waktu pengolahan. Area memanjang atau terpecah menambah mobilisasi di lapangan.
- Kondisi lahan dan vegetasi. Medan berbukit, vegetasi lebat, dan akses yang sulit memengaruhi perencanaan terbang dan pekerjaan di lapangan. Pengolahan untuk memisahkan titik tanah dari vegetasi juga lebih panjang pada area bertumbuhan lebat.
- Kerapatan data. Makin rapat point cloud yang diminta, makin banyak jalur terbang dan data yang diolah.
- Titik kontrol dan verifikasi. Pengukuran titik kontrol dan titik cek di lapangan dengan GNSS RTK diperlukan agar data terikat pada sistem koordinat yang benar dan dapat diperiksa.
- Output yang diminta. Point cloud (.LAS/.LAZ), model elevasi (GeoTIFF), kontur, atau model permukaan 3D (LandXML). Tiap output memerlukan pengolahan sendiri.
- Kebutuhan lanjutan. Perhitungan volume cut and fill, desain grading, atau stake-out dihitung terpisah dari pekerjaan pemetaannya.
- Lokasi dan jadwal. Jarak ke lokasi, kebutuhan menginap, serta kondisi cuaca dan tenggat waktu ikut memengaruhi biaya. Geosurvey Rekaindo berbasis di Semarang dan melayani proyek di seluruh Indonesia.
LiDAR atau fotogrametri: mana yang dibutuhkan
Pilihan metode memengaruhi biaya dan harus mengikuti kebutuhan proyek, bukan sebaliknya. Fotogrametri cocok untuk citra aktual dan validasi batas di lahan relatif terbuka. LiDAR lebih sesuai bila permukaan tanah tertutup vegetasi dan Anda membutuhkan model elevasi. Penjelasan lengkapnya ada di artikel perbedaan survei fotogrametri dan drone LiDAR.
Data yang perlu disiapkan untuk meminta penawaran
- Lokasi dan perkiraan luas area, atau berkas batas bila ada.
- Tujuan survei, misalnya perencanaan lahan, desain grading, atau perhitungan volume.
- Output dan format yang dibutuhkan.
- Kondisi lahan: tingkat vegetasi, kemiringan, dan akses.
- Data yang sudah ada, seperti peta lama atau titik BM.
- Target waktu penyelesaian.
Hal yang perlu dicek saat membandingkan penawaran
- Sensor dan drone yang dipakai.
- Cara pengikatan koordinat dan pemeriksaan hasil di lapangan.
- Output dan format yang diserahkan.
- Apakah pengolahan data dan pemisahan titik tanah sudah termasuk.
- Ketentuan jika lingkup berubah di tengah pekerjaan.
Penawaran yang jauh lebih murah dapat berarti pengolahan dan pemeriksaan data lebih terbatas, atau output lebih sedikit. Pastikan cakupannya setara sebelum membandingkan harga.
Peralatan dan hasil di Geosurvey Rekaindo
Kami menggunakan drone DJI Matrice 350 RTK dengan sensor LiDAR Zenmuse L2 serta DJI Mavic 3 Enterprise RTK, dengan pengukuran titik kontrol memakai GNSS RTK. Data diolah dengan perangkat lunak seperti Global Mapper dan Agisoft Metashape Professional. Hasil dapat berupa point cloud dan model elevasi (.LAS/.LAZ, GeoTIFF) serta model permukaan 3D (LandXML), sesuai format yang disepakati.
Lihat lingkup pekerjaan kami di halaman survei topografi dan pemetaan, atau hubungi kami dengan menyertakan lokasi dan kebutuhan proyek Anda. Bacaan terkait: biaya jasa pemetaan topografi per hektar dan manfaat data point cloud untuk rekayasa lahan.
Diskusi Proyek



